Oleh: Haris (RS Awal Bross – Pekan Baru-Riau)
Adalah Pemeriksaan terhadap usus besar dengan menggunakan alat CT-Scan.
CT-Scan colon dapat dilakukan dengan 2 cara, antara lain :
1. Dengan memasukkan kontras media positif.
2. Dengan memasukkan kontras media negative.
Tujuan pemeriksaan : untuk melihat kelainan-kelainan pada daerah usus besar.
Indikasi Pemeriksaan :
1. Colitis
2. Polip
3. Tumor
4. Invaginasi
5. Hemoroid
Kontra indikasi :
1. Perforasi
2. Keadaan umum pasien jelek
3. Diare
Persiapan Pasien :
1. Dua hari sebelum pemeriksaan, pasien dianjurkan makanan lunak / bubur kecap dan disarankan banyak minum air
2. Jika kita lakukan pagi maka makan bubur kecap yg terakhir jam 19.00 wib. Dan jika pemeriksaan dilakukan siang, makan terakhir jam 07.00 wib.
3. Jika kita lakukan pemeriksaan pagi, maka pasien minum garam inggris 1 bks dicmpur dgn air 1 gelas jam20.00 wib. Utk pemeriksaan siang maka minum garam inggris dicampur air 1 gelas jam 07.00 wib.
4. Jika dilakukan pemeriksaan pagi maka mulai puasa jam24.00 wib dan jika dilakukan siang, puasa jam07.00, pasien dianjurkan tdk merokok dan tdk boleh bnyak bicara.
5. Besok pagi / siang pasien dtg ke radiologi dlm keadaan puasa.
6. Sebaiknya sebelum pemeriksaan pasien dilakukan klisma.
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Cateter
2. Gunting klem
3. Spuit 20cc
4. Jelly
5. Spuit cateter
6. Handscone
7. Bahan Kontras dan gelas
Persiapan pasien :
1. Petugas radiologi menjelaskan tentang yg akan diperiksa ke pasien.
2. Petugas radiologi meminta ke pasien mengganti pakaian dgn pakaian yg telah disiapkan / baju pasien.
3. Pasien diminta naik ke atas meja pemeriksaan.
Prosedur pemeriksaan , cara 1 :
1. Masukkan data pasien kedalam computer CT-Scan ( nama,umur,jenis kelamin dan klinis pasien ).
2. Minta pasien agar menggantikan baju dgn yg sudah kita persiapkan.
3. Ambil cateter dan beri jelly diujung cateter tersebut.
4. Kita beritahukan kepasien cateter akan dipasang melalui anus.
5. Pasien dimiringkan.
6. Cateter dimasukkan ke anus pasien dan buat balon agar cateter tersebut tidak lepas dan cateter di klem.
7. Setelah dipasang, pasien diminta tiduran biasa ( AP Supine ).
8. Ambil spuit cateter 50cc dan kita isi udara lalu dimasukkan melalui cateter dgn melepas klem yg telah terpasang tadi.
9. Lalu klem kembali cateternya dan kita ambil spuit cateter yg berisi udara dan dimasukkan kembali melalui cateter.
10. Lakukan terus sampai pasien merasa perutnya sakit sekali.
11. Lakukan CT-Scan dgn program CT-Scan whole abdomen.
12. Setelah selesai , kita melepaskan cateter yg terpasang dan meminta pasien utk ganti baju.
13. Pemeriksaan selesai.
14. Setelah itu kita mengolah gambar di program work station CT-Scan dgn membuka aplikasi CT-Colonoscopy.
15. Kita ambil gambar dan lakukan print pada film,kertas dan disimpan ke dalam CD Room.
Prosedur pemeriksaan, cara 2 :
1. Masukkan data pasien kedalam computer CT-Scan ( nama,umur,jenis kelamin dan klinis pasien ).
2. Minta pasien agar menggantikan baju dgn yg sudah kita persiapkan.
3. Kita siapkan kontras media dan dicampur dengan air.
4. Ambil cateter dan beri jelly diujung cateter tersebut.
5. Beritahu pasien bahwa cateter akan dipasang melalui anus pasien.
6. Pasien dimiringkan.
7. Cateter dimasukkan ke anus pasien dan kita buat balon agar kateter tersebut tdk lepas dan cateter di klem.
8. Setelah dipasang cateter, pasien diposisikan AP Supine.
9. Ambil spuit cateter 50cc dan kita isi dgn kontras lalu dimasukkan melalui cateter dgn melepas klem yg telah dipasang.
10. Lalu klem kembali cateter dan ambil spuit cateter yg berisi udara dan dimasukkan kembali melalui cateter.
11. Lakukan terus sampai kontars media habis.
12. Lakukan CT-Scan dgn program CT-Scan whole abdomen.
13. Setelah selesai CT-Scan, lepaskan cateter yg terpasang dan meminta pasien utk mengganti baju.
14. Pemeriksaan selesai.
15. Gambar diolah di program work station CT-Scan dgn membuka aplikasi 3D.
16. Kita ambil gambar dan lakukan print pada film,kertas dan disimpan ke dalam CD Room.
Oleh: Haris (RS Awal Bross – Pekan Baru-Riau)
Adalah Pemeriksaan terhadap usus besar dengan menggunakan alat CT-Scan.
CT-Scan colon dapat dilakukan dengan 2 cara, antara lain :
1. Dengan memasukkan kontras media positif.
2. Dengan memasukkan kontras media negative.
Tujuan pemeriksaan : untuk melihat kelainan-kelainan pada daerah usus besar.
Indikasi Pemeriksaan :
1. Colitis
2. Polip
3. Tumor
4. Invaginasi
5. Hemoroid
Kontra indikasi :
1. Perforasi
2. Keadaan umum pasien jelek
3. Diare
Persiapan Pasien :
1. Dua hari sebelum pemeriksaan, pasien dianjurkan makanan lunak / bubur kecap dan disarankan banyak minum air
2. Jika kita lakukan pagi maka makan bubur kecap yg terakhir jam 19.00 wib. Dan jika pemeriksaan dilakukan siang, makan terakhir jam 07.00 wib.
3. Jika kita lakukan pemeriksaan pagi, maka pasien minum garam inggris 1 bks dicmpur dgn air 1 gelas jam20.00 wib. Utk pemeriksaan siang maka minum garam inggris dicampur air 1 gelas jam 07.00 wib.
4. Jika dilakukan pemeriksaan pagi maka mulai puasa jam24.00 wib dan jika dilakukan siang, puasa jam07.00, pasien dianjurkan tdk merokok dan tdk boleh bnyak bicara.
5. Besok pagi / siang pasien dtg ke radiologi dlm keadaan puasa.
6. Sebaiknya sebelum pemeriksaan pasien dilakukan klisma.
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Cateter
2. Gunting klem
3. Spuit 20cc
4. Jelly
5. Spuit cateter
6. Handscone
7. Bahan Kontras dan gelas
Oleh Kukuh Nurcahyo, SST (Departemen Radiologi Dr. Cipto Mangunkusumo)
Definisi
• Adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat Computed Axial Tomography Scanning yang luas lapangannya meliputi daerah diafragma hingga sympisis pubis.
• CAT Scan dikenal juga sebagai CT Scan, yang mana dari hasil irisan Transversal/ Axial gambar dapat diolah/ direkonstruksi menjadi penampang Coronal dan atau Sagital
Indikasi Pemeriksaan:
• Kista
• Abses
• Infeksi
• Tumor
• Aneurisma
• Pembesaran KGB
• Corpus Alienum
• Perdarahan di dalam perut
• Diverticulitis
• Penyakit usus inflamasi
• Usus buntu
Pemeriksaan Laboratorium
Pasien diinstruksikan untuk memeriksakan kadar ureum dan kreatinin darah
Persiapan Pasien Sebelum Pemeriksaan
• Pasien diminta meminum Barium Sulfat sebanyak 75 ml yang telah dicampur dengan Air mineral hingga mencapai 500 ml.
• Setelah habis, Pasien diinstruksikan untuk puasa selama 4 – 5 jam.
• Alternatif lain, bisa juga menggunakan bahan kontras water soluble sebanyak 10 cc yang juga dicampur dengan air mineral.
Persiapan Pasien…
• Pasien diminta mengisi Inform Consent
• Anamnesa pasien akan adanya riwayat asma, penyakit lain yang pernah diderita, alergi terhadap obat-obatan yang diminum dan atau makanan laut
Persiapan Alat
• MS Computed Tomography (MSCT)
• Peralatan Automatic Injektor Double / Single Syringe
• Kontras Media Non Ionik
• Panflon 22 atau 20 G
• Kapas alkohol
• Plester
• Tourniquet (stuwing)
• NaCL 0,9 %
• Obat emergency
• Oksigen
Persiapan Pasien Saat Pemeriksaan
• Instruksikan Pasien untuk mengganti pakaian yang telah disiapkan
• Tanggalkan seluruh pakaian kecuali celana dalam
• Lepas seluruh benda logam yang melekat pada tubuh pasien
• Berikan minum air mineral sebanyak +/- 100 ml
Pemberian Penjelasan ke Pasien
• Berikan Penjelasan tentang jalannya Pemeriksaan
• Instruksi yang akan dilakukan oleh Pasien: Tarik Nafas – Keluarkan – Tahan – Nafas biasa kembali
• Sensasi Kontras Media yang akan dirasakan oleh Pasien: Nyeri awal – dingin – Hangat ke seluruh badan
• Minta Pasien untuk memberitahukan pada petugas apabila terjadi reaksi alergi
Positioning Pasien
• Posisi Pasien
Posisikan Pasien tidur terlentang (supine) di atas meja pemeriksaan
Arahkan kaki terlebih dahulu yang memasuki Gantry (Feet First, Supine)
Berikan selimut untuk mengurangi rasa dingin dalam ruang pemeriksaan
Fiksasi tubuh pasien dengan pengikat (strap)
• Posisi Objek
Atur Mid Sagital Plane pada pertengahan meja Pemeriksaan
Letakkan Lengan pasien di atas kepala
Ganjal daerah lutut sehingga dalam keadaan flexi
Pengaturan Sentrasi Sinar
• Atur batas awal sinar pada ketinggian di atas diafragma
• Sedangkan sinar horizontal pada ketinggian pertengahan objek (Mid Axilary Line)
Tahapan Pemeriksaan
• Topogram
• Abdomen No CM 8 mm
• Abdomen CM 8 mm
• Control Scan
• Delayed Scan 8 mm
Keunggulan MSCT
• Scaning lebih cepat dan dapat dilakukan dalam sekali tahan napas sehingga dapat mengurangi terjadinya motion artefact
• Dapat melakukan rekonstruksi ulang pada hasil gambaran
• Konsentrasi Kontras Media pada pembuluh darah jauh lebih baik dengan scan delay dan flow rate yang tepat
• Dapat menghasilkan gambaran MPR, MIP atau 3D sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan
Oleh Kukuh Nurcahyo, SST (Departemen Radiologi Dr. Cipto Mangunkusumo)
Definisi
• Adalah pemeriksaan dengan menggunakan alat Computed Axial Tomography Scanning yang luas lapangannya meliputi daerah diafragma hingga sympisis pubis.
• CAT Scan dikenal juga sebagai CT Scan, yang mana dari hasil irisan Transversal/ Axial gambar dapat diolah/ direkonstruksi menjadi penampang Coronal dan atau Sagital
Indikasi Pemeriksaan:
• Kista
• Abses
• Infeksi
• Tumor
• Aneurisma
• Pembesaran KGB
• Corpus Alienum
• Perdarahan di dalam perut
• Diverticulitis
• Penyakit usus inflamasi
• Usus buntu
Pemeriksaan Laboratorium
Pasien diinstruksikan untuk memeriksakan kadar ureum dan kreatinin darah
Persiapan Pasien Sebelum Pemeriksaan
• Pasien diminta meminum Barium Sulfat sebanyak 75 ml yang telah dicampur dengan Air mineral hingga mencapai 500 ml.
• Setelah habis, Pasien diinstruksikan untuk puasa selama 4 – 5 jam.
• Alternatif lain, bisa juga menggunakan bahan kontras water soluble sebanyak 10 cc yang juga dicampur dengan air mineral.
Pengertian : Pemeriksaan radiologi terhadap daerah usus besar dengan memasukkan kontras media negatif, positif atau keduanya.
Tujuan Pemeriksaan : Untuk melihat kelainan daerah colon.
Indikasi Pemeriksaan :
1. Colitis
2. Polip
3. Tumor
4. Invaginasi
5. Hemoroid
6. Hisprung
Kontra indikasi :
1. Perforasi
2. Keadaan umum pasien jelek
3. Pasien tidak kooperatif
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Barium Powder
2. Air
3. Folley Chateter no 24 atau 18
4. Gunting klem
5. Spuit 50 cc
6. Jelly
7. Handscone
Persiapan pasien sebelum tindakan:
1. Petugas radiologi menjelaskan tentang pemeriksaan radiologi yang akan dilakukan kepada pasien dengan mengisi form persetujuan tindakan.
2. Petugas radiologi menginstruksikan pasien untuk mengganti pakaian dgn pakaian yg telah disiapkan / baju pasien.
3. Petugas radiologi meminta pasien utk menyelesaikan urusan BAK atau BAB sebelum pemeriksaan.
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Barium Powder
2. Air
3. Folley Chateter no 24 atau 18
4. Gunting klem
5. Spuit 50 cc
6. Jelly
7. Handscone
Persiapan pasien sebelum tindakan:
1. Petugas radiologi menjelaskan tentang pemeriksaan radiologi yang akan dilakukan kepada pasien dengan mengisi form persetujuan tindakan.
2. Petugas radiologi menginstruksikan pasien untuk mengganti pakaian dgn pakaian yg telah disiapkan / baju pasien.
3. Petugas radiologi meminta pasien utk menyelesaikan urusan BAK atau BAB sebelum pemeriksaan.
Tekhnik pemeriksaan :
1. Foto Polos Abdomen
2. Foto Lateral
3. Foto PA
4. Foto Abdomen PA tampak seluruh colon
5. Foto abdomen AP tampak seluruh colon
6. Foto abdomen LLD tampak seluruh colon
7. Foto abdomen RLD tampak seluruh colon
8. Foto abdomen AP ERECT tampak seluruh colon
Prosedur pemeriksaan :
Pertama dilakukan foto polos abdomen. Hal ini bertujuan untuk melihat persiapan pasien dan untuk mendapatkan faktor eksposi yg tepat.
Siapkan barium yang sudah dicampur air.
Masukkan Folley cahteter no 24 yg sudah diberi jelly ke dlm anus pasien dan buat balon pada kateter agar kateter tidak lepas.
Setelah itu, masukkan barium sebanyak 100 cc.
Agar barium tidak keluar lagi dari kateter, maka ujung luar kateter diklem.
Buat foto lateral dan abdomen prone.
Masukkan barium semuanya secara perlahan lahan dan diberi juga kontras udara. Kemudian pasien diguling-gulingkan 5x.
Buat foto abdomen PA (PRONE), AP (SUPINE),RLD, LLD DAN ERECT dengan tampak seluruh colon.
Persilahkan pasien ke toilet dan kita melepaskan cateter di kamar mandi.
Persilahkan pasien BAB di toilet utk mengeluarkan bahan kontras.
Pemeriksaan colon in loop selesai.
